Visitor Counter

Free Stuff

Followers

Tuesday, November 16, 2010

Erti korban





Aidil Adha menjelma lagi.. Dan ada di antara ayah kepada saudara aku pergi menunaikan haji di tanah suci mekah. Tapi yang paling menyedihkan di mana ibunya sakit terlantar di hospital..Harap dia dapat mengharungi segala dugaan yang telah ALLAH berikan..


“Erti korban itu terlalu besar untuk diungkap. Ia tidak hanya menjatuhkan seekor lembu dan kambing saja sebaliknya ibadat itu datang dalam pelbagai rupa dan bentuk. Apa saja yang termampu kita harus korbankan bagi membantu sesiapa yang menangis mengharap bantuan. Umpamanya menderma untuk saudara saudara islam kita yang tidak seberapa banyak mungkin bantuan untuk meringankan beban saudara kita yang kini sengsara dilanda banjir di utara Semenanjung. 


“Indahnya ibadat ini tersembunyi satu cerita dan sejarah yang jauh lebih bermakna di sebaliknya. Jika diamati dengan jujur dan ikhlas, boleh menitis air mata mengenangkan ketaatan para Nabi terhadap Allah. Justeru, setiap kali bersembang soal korban ini, saya mudah tersentuh dan cepat mengingatkan semula pengorbanan yang pernah saya lakukan setakat ini. "ni aku tambah jer skit..ehehe"


Akhir kata.. Korban itu ada banyak cara... heheh

Monday, November 15, 2010

Aku dan kamu...



Seperti biasa. Aku menungguimu di atas batas waktu. Saat kakimu mulai letih dan tanganmu kian rapuh. Kau kembali menemuiku. Memelukku dalam bayangan aku.
Lalu aku menatapmu. Dekat sekali. Menembus tiap renungan  di balik retinamu. Ada banyak keresahan dan juga ketakutan lalu kau menangis yang mungkin  ku sedari tadi siang kau tahan.
Aku tak mau dunia ketawa pada aku atas ketidakupayaan aku. Selalu, Aku mengerti, sangat mengerti. Dan aku akan selalu menunggumu.

Dulu kita sering menjelajah malam untuk sekadar menatap bintang atau aku mengusik kamu dengan tawa. Seringkali pula kamu berkomentar mengenai hal-hal sederhana dan mengolahnya menjadi begitu rumit. Bila aku "comment" maka kamu akan ketawa dan mengatakan bahwa aku masih terlalu budak untuk mengerti. Saat itu pasti aku akan merungut. Manja. Lalu kamu akan memetik bintang agar aku kembali tersenyum.
Tapi itu dulu. Dulu sebelum kamu mengenal mentari. Sebelum kamu pun mulai menyedari pesonanya.
Saat ini kamu cuma sibuk mengagumi senyumnya dan lupa dengan sunyi yang senantiasa menemanimu, yang memang tak lebih menarik dari mentarimu itu.

 Tapi aku masih di sini, tak pernah beranjak sedikitpun. Selalu menunggu mu. Aku masih setia menunggu mu walau dalam ketidakpastian.
Aku ingat. Pagi-pagi sekali kau telah terjaga, lalu bergegas menyapa mentarimu dan kembali saat dia benar-benar menghilang dalam kegelapan. Aku tak ingin melewatkan saat-saat senyumnya merekah, ujarmu. Gembira. Tak peduli sama sekali akan kerinduan  di mataku.
Tiap kata yang meluncur dari bibirmu cuma tentang dia. Tentang mentari yang senantiasa tersenyum padamu, walau terkadang teriknya menyengat kulitmu. Tentang mentari dan sejuta pesonanya. Bahkan tak ada lagi cerita-cerita tentang kegagahan mu saat menentang dunia seperti sebelumnya. Semua tentang dia. Cuma tentang dia. Kalau boleh jujur, aku muak dengan semua itu. Tapi aku juga tak pernah berniat merampas senyum itu dari wajahmu. Lagi-lagi aku cuma diam membisu.

Dan aku masih tetap di sini. Setia menunggu mu. Seperti malam ini,
“Aku penat, mie,” keluhmu. Perlahan. Hampir tak bersuara. Dalam samar aku menangkap linangan air mata yang menggenang. Bibirmu bergetar.
“Aku penat. Semakin aku dekat dengannya, semakin aku tak mengenalnya. Dia terasa kian jauh,” keluhmu. Lagi. kelihatan kian pekat air mata di matamu.
Jangan menemuinya lagi. Jangan! Pintaku.
 Tapi kau tak mendengarnya kerana memang tak pernah dapat terucapkan olehku. Aku cuma diam. Turut melayan pilumu juga piluku yang bercampur dengan rindu. Kau merindukan mentarimu, sedang aku merindukan senyummu. Ah, betapa tidak adilnya dunia ini.

“ Apa aku tak bererti baginya? Aku tahu dia itu mentari yang harus berbagi hangat dengan setiap makhluk, tapi…”
Kau tergagap. Cuma air mata yang berbicara.Ah, sungguh aku tak tahan melihat sendu itu. Aku meraih wajahmu dan mengelusnya. Lembut. Kau menoleh sejenak. Lalu kau kembali  dalam resahmu.
“ Aku sangat mencintainya, mie. Sangat. Bahkan bila orang lain merampas kasihnya dariku. Aku akan tetap mencintainya.”
“ Lalu, mengapa tak kau cakap yang kau cintakan dia?”
Aku terkejut. Entah dari mana kata-kata itu berasal. Kau menatapku. Bingung. Sama bingungnya denganku. Ah, aku tak boleh berkata apa-apa lagi. Tak boleh!!
“ Maksudmu?”
“ Mengapa kau masih berdiam saja dan menangisi cintamu. come on…cakapla pada dia itu.” Sedikit pun tak ada keraguan dalam kata kata aku itu. Aku benar-benar tak percaya. Semua meluncur seperti air.
“ Selama esok masih ada, maka kau masih punya kesempatan kerana mentarimu akan selalu hadir.” Tuhan, tolong hentikan kata-kataku ini, suara hatiku. Aku meraba hatiku. Ada luka di sana. Pedih.
“ Walau kadang kadang cerah tak selalu ada, tapi yakin saja mentarimu akan tetap ada. Kau cuma harus berusaha sedikit lagi.”
Kau mengangguk.

Dan ajaib sekali, mendung itu segera lenyap dari wajahmu.
“ Kamu benar, mie,” ucapmu. Bersemangat. “ Terima kasih, mie. Kamu memang sahabat terbaikku.”
Aku balas tersenyum padamu.
Kau memandang ke langit, lalu menatap langit-langit seolah-olah mentarimu ada di sana.
Dan aku kembali sebagai sepi. Mencintaimu dalam hatiku. Aku benar-benar tak mengerti. Aku tahu kalau kau sangat mencintainya, dan aku dengan bodohnya masih saja menunggumu dalam diamku.
Dan Aku akan tetap di sini, menantimu dalam kebisuan, entah sampai bila. Aku juga tak tahu. Kerana aku cuma sepi yang mencintaimu dalam diam.

~Tatapan tentang sesorang yang pernah hadir dalam hidup aku..
Inilah Kebodohan aku... huk3..

Kisah Tentang Hujan



Ada sebuah kisah. Tentang seorang perempuan yang begitu setia pada hujan. Menganggap bahwa hujan adalah kekasihnya. Setiap musim penghujan, kekasihnya selalu mendatanginya, dan dia menari dibawah hujan, kekasihnya. Hujan tak pernah datang tepat waktu. Dia hanya datang manakala dia suka. Dia hanya akan datang manakala bumi memerlukannya. Tapi bagi perempuan itu, hujan adalah nafasnya. Entah bagaimana dia tidak boleh hidup tanpa bernafas.
Sudah dua purnama berganti, tapi hujan belum juga datang. Hujan tak pernah berjanji akan datang. Tetapi hujan hanya akan datang manakala dia suka. Dan perempuan itu menanti disebuah lapangan luas. Menanti hujan, kekasihnya. Dia begitu rindu menari dibawahnya, berlari dibawahnya dan tersenyum dibawahnya. Bumi telah mengering, tapi hujan tak kunjung datang. Dan perempuan itu masih menanti dilapangan luas yang mulai mengering, tapi hujan belum juga datang.
Hujan tak pernah peduli, apakah perempuan itu akan mengering bersama rumput atau tidak. Hujan tak pernah peduli, meski cinta perempuan itu lebih besar daripada rasa sakit yang dideritanya akibat merindu pada sentuhan hujan, kekasihnya.
Lima purnama berlalu, dan hujan masih dengan angkuhnya menanti dibalik awan. Tak peduli, walaupun perempuan itu mulai mengering. Hujan tau, bahwa masih ada perempuan-perempuan lain yang mencinta dirinya, mencinta hujan. Dan kepada merekalah dia memberikan sejuk airnya. Kepada perempuan-perempuan yang tengah menari riang dibawah sejuk airnya. Dan hujan tersenyum manis pada mereka.
Dilapangan luas yang mulai mengering akibat hujan yang tak kunjung datang, perempuan itu mulai terbaring. Merayu, mengering. Terbaring lemah bersama rumput yang mengering dan menguning. Dia akhirnya sedar, cintanya yang begitu besar ternyata tak berbalas. Bahkan diakhir deritanya, hujan tak juga turun menemuinya. Tapi dia tetap berbaring disana, dilapangan luas ditemani rumput yang menguning dan mengering. Dengan air mata yang mengering dan berbekas hitam di kedua pipinya.
Hujan, dengan segala keangkuhannya melihat lapangan luas yang mulai mengering itu. Dan melihat sebentuk tubuh yang terbaring diantara keringnya rumput dengan bekas airmata yang menghitam dikedua pipinya. Perempuan yang mengakhiri penderitaannya bersama kekeringan, tanpa hujan.
Belum pernah ada yang memuja hujan seperti perempuan itu mempersembahkan seluruh cinta dan hidupnya kepada hujan. Perempuan itu tak seperti perempuan lain, yang menanti hujan hanya kerana ingin menari dibawahnya. Yang akan segera berlalu walaupun hujan masih menuruni bumi. Tidak seperti perempuan itu. Dia selalu menemani hujan hingga hujan menyelesaikan tugasnya. Dan membiarkan tubuhnya mengering bersama angin yang tertinggal ketika hujan pergi. Dan terus menanti walaupun hujan tak kunjung datang.
Tapi kini, perempuan itu berada pada hujung takdirnya yang telah ditentukannya sendiri. Mengering, hingga sang waktu menamatkan cerita hidupnya dan cintanya pada hujan yang dibawanya hingga dihujung kematian. Disisa tenaganya, perempuan itu masih menatap langit. Melihat awan hitam yang  berat dan padat. Menunggu untuk mencurahkan bebannya . Hujan, kekasihnya yang dirinduinya. Dia tersenyum, akhirnya hujan datang menemuinya. Walaupun itu adalah hujan yang dapat dia nikmati untuk terakhir kalinya.
Hujan berada pada hujung penyesalannya. Hujan menangis. Tak pernah hujan datang diatas lapangan itu seperti ini. Murka. Menangis, meraung, meratap. Menyesali semua yang telah terlambat. Tak akan ada lagi yang memuja hujan seperti perempuan itu memuja kekasihnya. Meski petir dan kilat menyambar, mencuba membangunkan perempuan itu dari tidur lelapnya, tetap tak boleh. Perempuan itu telah masuk pada akhir takdirnya. Pada tidur panjang, dengan senyum, kerana akhirnya hujan datang, walaupuni diakhir hidupnya. Dan segala penyesalan selalu datang diakhir cerita, selalu terlambat.
Untuk terakhir kalinya, sebelum perempuan itu diangkat ke angkasa, untuk menemui Penciptanya, dia sempat untuk mendekati hujan yang masih meratapi takdirnya. Perempuan itu tersenyum pada hujan, Dengan berkata, "Mencintaimu adalah seperti menghela nafas, bagaimana aku dapat berhenti?"
Moral~ Jangan Anda Lambat untuk mendapatkan Sesorang..Jangan terlalu Angkuh pada kelebihan yang ada pada diri anda..Kerana kelebihan itu yang dapat membahagiakan sesorang dan mungkin dapat menolongnya...


Sunday, November 14, 2010

Hari ini Dan Sebelum Kita





Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk,
Fikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri anda,
Fikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,
Fikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita,
Fikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor kerana pembantu tidak mengerjakan tugasnya,
Fikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Dan di saat kita letih dan mengeluh tentang pekerjaan,
Fikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahawa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahawa kita masih hidup !






Saturday, November 13, 2010

Sabtu yang bosan...



Hari sabtu....
aku wake up agak lambat hari ni..
sebab semalam tiba tiba
dalam kul 12 mlm..
ayah sedara aku bawak balik nasi ayam banyak..
dari mana dia dapat aku tak tanya lakk..Dalam 20 bungkus ada dalam tu...
Ada yang dah bau semacam agaknya...
Dia wat parti tak ajak aku ke..iskk..
terdetik kt hati aku...

Aku wat kuar semua nasi ayam yg berbungkus tu..
aku asingkan ayam,nasi,kuah lada,sup dan timun timunnya...
nasi aku asingkan dan letak dalam periuk nasi..nk penuh dah periuk tuu..
walaupun dh pakai yg big sekali..

Dah siap asingkan semua nya...aku panaskan nasi..
Ayam lakk aku goreng semula...
terer gak aku masak ni..
bleh masak nasi ayam..fuyoooo...erkk
Sambil goreng ayam tuu..aku mkn sikit2 ayam tu..
last2 tinggal skit jer..wakak.Lagi pun aku dh kenyang sebab dah mkn dgn joe dan kekasih dia..
tapi dh kenyang cam mane aku lehh byk abiskan ayam tuu..iskk..
pewot apa aku ni...

Last2 aku rasa cm malas..aku buang sup tuu..sbb aku pikir..
sapa yang nk mkn nnt..aku tak mkn sgt sup nasi ayam ni...
biasa aku mkn pun..aku amik skit je sup tu..
buat2 basah skit nasi ayam tuu...
sebab orang ckp tak elok mkn kering2..
bila dh settle..aku pun nk tito la..penat..yela..masak katakan..
huahuahua...
Akhir kata dari Mie..
Majulah memasak untuk diri sendiri..

erkk..aku lupa lak..aku nk cite hari sabtu..bkn cite psl nasi ayam..iskk...
jgn mie..jgn lari tajuk..kang joe black ta paham..
muehehe...aku bangun dan celik sekitar jam 11 am..lg awal dr katak hijau..bagus ko mie..muehehe..aku pikir jap..nk bgn ke tak nk ni..nk kua pun malas ni...iskk.."mie bgn mie...jgn biarkan anda diselubungi gebor" Gebor ni orang phg biasa ckp..tak tahu la ada orang lain apa lakk...

Aku bangun terus mencapai tuala ku yg buruk itu... lalu pegi mandi...lepas mandi..aku tgk dlm tudung saji..."aikk mana nasi ayam semalam mak" 
mak~"nasi ayam semalam dh basi"
ehh..bkn ke dh panaskan smlm.."
mak~"panaskan pun nk basi jugakkk..lgpun ko xpanskan btl2..bwh je panas..atas sejuk..ptt la basi"
erkkk... medal yg telahh di anugerahkan smlm kerana terer memasak telah di tarik balikk...
baru je ada angan2 nk mkn nasi ayam pagi2 ni...iskk...aku pun mkn ayam je la..smbil mengenangkan nasi ayam tuu..

Lepas tuu...aku layan lakk cite kartun di TV..aku mmg suke kartun..wakak...layan je la..dh tak reti nk wat apa...duk sejam tgk kartun..baru aku gi salin baju..dh kering bdn aku..huk3..lepas tu aku gi panskan enjin motor aku...aku ingat nk pusing2 kg..baru je jalan skit..ada bunyi pd motor aku yg tak brpa best..aku tengok2 bahagian pada rantai dh jd tajam..apa menda org pgl..time aku nk tulis blog dia jd tak ingat lakk...

Aku pergi la bengkel usop..aku tanya dia brapa kena ni..dia cakap..Rm38..aku pun ckp ok la..duit dh tak dok..sian aku..nk tak nak..aku kena la settlekan motor aku..nnt tak jalan aku bila tak kala boring..dh settle hal motor nya..aku nk pegi cyber cafe rakan muda...main free je.. org tak ramai..huhuh..sampai la aku kt sini...tgh wat blog ni..iskk..

*Menda yg aku cite hari ni adalah yg terbowink sekali...ahahaha..sbb tu aku ckp "Sabtu yg bosan"muehehe